Kemarin, ketika duduk-duduk bersama dengan teman akrab saya. Obrolan ringan seperti tak henti dalam perbincangan kami. Sampai pada suatu titik, dimana teman saya mulai menceritakan kehidupan pribadinya. Tentu tidak jauh dari kehidupan cintanya dengan pasangannya. Lika-liku tentang perjalanannya dengan pacarnya, tentang perbedaan prinsip dan sikap keras kepala masing-masing yang hampir meledakkan hubunyannya (kayaknya terlalu dibesar-besarkan yaaaa…..). Seperti layaknya jiwa muda yang selalu egois dalam bersikap, mereka pun tidak jarang saling mempertahankan keinginannya, walaupun kadang hanya permasalahan sepele.

Puncak dari ceritanya, dia mengatakan galau dan bimbang. Bimbang akan kelanjutan hubungannya, akan terus dilanjutkan sampai dengan pernikahan atau stop, putus sampai disini. Alasan tentang keegoisan masing-masing adalah yang paling menonjol, disamping ketakutan untuk tidak dapat melayani sebagai pasangan yang baik (alasan yang idealis, hehe….)

Seperti biasa, saran saya terhadap cerita-cerita kebimbangan seperti itu ya “SHALAT ISTIKHARAH lah!!!”. Walaupun saya tahu, hal itu memang tidak seringan yang saya ucapkan.

Dengan shalat istikharah, manusia diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada Allah SWT dan juga diberi jawaban langsung oleh-Nya. Allah akan memberi jawaban baik secara langsung maupun dengan isyarat-isyarat, tentu dengan kehendaknya. Dan tentu jawaban Allah adalah jawaban yang terbaik bagi umatnya. Mata Allah sangat tajam, sehingga akan lebih tahu tentang akibat walaupun di kemudian hari, tidak hanya di dunia tapi juga di akherat.

Percayalah pada taqdir Allah, karena Allah selalu lebih tahu apa yang terbaik bagi umatnya. Hanya umat yang sombong yang tidak bisa melihat kebaikan Allah.