Definisi Partai Politik
Partai politik dapat diartikan sebagai organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu dan mempunyai tujuan tertentu. Atau dapat pula diartikan sebagai kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Sedangkan tujuan kelompok (partai politik) adalah untuk mencapai kekuasaan. Sedangkan menurut Seler (1993), Partai politik diartikan sebagai sebuah organisasi yang bertujuan untuk memobilisasi individu dalam aksi kolektif untuk menentang kelompok lain ataupun melakukan koalisi dengan pemerintah. Pemerintahan di Indonesia dan sebagian negara-negara di dunia tidaklah dapat dipisahkan dari partai politik. Sistem politik di Indonesia telah menempatkan partai politik sebagai tumpuan dalam pelaksanaan demokrasi. Hal ini dapat diartikan bahwa antara sistem demokrasi dan partai politik merupakan dua sisi mata uang, hal yang tidak dapat dipisahkan.
– Tipologi Kepartaian dan Sistem Kepartaian yang Digunakan saat ini
Menurut Maurice Diverger, sistem kepartaian dapat dibagi menjadi 3 yaitu sistem satu partai (one party system), sistem dua partai (two party system) dan sistem multi partai (multy partai system). Dalam sistem satu partai, dalam suatu negara hanya ada satu partai yang diakui dan mendominasi seluruh peran dalam sistem perpolitikan. Dalam sistem dua partai, terdapat dua partai yang dominan. Partai yang menang akan memegang pemerintahan sedangkan partai yang kalah akan menjadi oposisi. Sistem dua partai merupakan sistem yanag dijalankan oleh negara amerika pada saat ini. Pada sistem multi partai, negara membebaskan tumbuhnya partai-partai. Kemajemukan partai merupakan bukti kemajemukan masyarakatnya. Dalam sistem multi partai, tidak ada partai yang dominan. Beberapa partai mempunyai suara yang tidak jauh berbeda. Kemajemukan masyarakat juga mendorong terbentuknya partai-partai baru di setiap pemilunya. Banyak negara yang memakai sistem multi partai ini, diantaranya adalah Indonesia. Sistem partai yang diterapkan oleh suatu negara tidaklah merupakan harga mati, tidak kaku, akan tetapi dapat berubah sesuai dengan tuntutan zaman dan tuntutan politis dari masyarakatnya.