Seekor anak burung pipit jantan keluar dari sarangnya untuk pertama kalinya. Pertama ketika dia sudah dapat terbang sendiri. Mencoba untuk menikmati indahnya alam liar.

Sarangnya yang berada di pohon kelapa yang berada di pekarangan rumah pak tani. Rumah yang selalu dia pandangi, dan mengagumi, alangkah besarnya rumah pak tani, begitu pikirnya.

Untuk mengobati rasa penasarannya, burung pipit kecil terbang menuju ke rumah pak tani untuk pertama kalinya. Setelah puas, kemudian burung pipit kecil terbang dari rumah pak tani. Terbang setinggi mungkin sambil tetap memandang rumah itu.

“Wow… memang benar-benar besar rumah itu”, begitu kekaguman yang selalu terucap di bibirnya sambil memandang dari ketinggian sekitar 20 meter dari rumah itu. Tempat yang paling tinggi yang dapat ia tempuh.

Tak jauh dari rumah pak tani, terbang burung elang. Burung tersebut juga melihat rumah pak tani yang berada di pekarangan nan asri. Dilihatnya rumah itu persis dari atas. Kemudian elang tersebut terbang tinggi, sama seperti pipit yang ingin melihat rumah pak tani dari angkasa.

Dengan kemampuan terbangnya, elang tersebut dapat terbang jauh lebih tinggi dari burung pipit. Sambil terbang, elang melihat ke arah rumah pak tani. Semakin keatas, semakin kecil dan pada akhirnya hanya terlihat seperti titik kecil. Sangat jauh berbeda dengan besar rumah pada awalnya.

Lalu apa artinya ??????

Tiap manusia pasti punya masalah dalam kehidupannya. Manusia yang berjiwa kecil, akan melihat suatu masalah dengan pandangan sempitnya sehingga masalah tersebut terlihat besar dan manusia berjiwa besar akan melihat suatu masalah dengan padangan luasnya sehingga masalah tersebut akan terlihat kecil.

Pada dasarnya, setiap masalah bukanlah hal yang besar, hanyalah cara untuk mendewasakan kita. Bukankah Allah SWT memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan makhluknya??